Healthy
Beranda » Blog » Mata Silinder, Samakah dengan Mata Minus atau Plus?

Mata Silinder, Samakah dengan Mata Minus atau Plus?

Mata-Silinder,-Samakah-dengan-Mata-Minus-atau-Plus

Mata silinder atau astigmatisme merupakan kelainan refraksi yang biasanya dialami bersamaan dengan rabun jauh ataupun rabun dekat. Astigmatisme membuat mata kesulitan melihat objek dengan jelas, baik dari jarak dekat maupun jarak jauh. Akan tetapi, penyebab mata silinder berbeda dengan dengan rabun dekat ataupun rabun jauh. Selain itu, berbagai faktor juga bisa meningkatkan peluang seseorang mengalami mata silinder.

Faktor risiko penyebab mata silinder

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kelainan bentuk kornea dan lensa pada orang dengan mata silinder. Namun, American Optometric Association menjelaskan bahwa penyebab mata silinder berkaitan kuat dengan faktor keturunan. Apabila ada anggota keluarga yang memiliki mata silinder, maka kemungkinan besar Anda bisa terkena gangguan penglihatan ini.

Meskipun demikian, para ahli juga mengetahui bahwa berbagai hal dan gangguan kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki mata silinder. Selain keturunan, faktor risiko lain yang dapat menjadi penyebab mata silinder di antaranya adalah:

  • Mengalami kelainan pada mata yang menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan, seperti penipisan kornea yang berlangsung menerus, yaitu keratokonus
  • Efek samping dari prosedur operasi pada mata
  • Mengalami cedera pada mata yang membuat bagian kornea dan lensa terdampak
  • Mengalami kelainan refraksi mata, seperti rabun jauh dan rabun dekat yang parah
  • Mengalami Down syndrome

Penting untuk diketahui bahwa penyebab mata silinder tidak berkaitan dengan kebiasaan membaca, menonton atau bermain gadget terlalu dekat ataupun di tempat yang gelap. Anggapan ini hanyalah mitos belaka.

Baca Juga: 5 Dampak buruk duduk terlalu lama sehari-hari

Bagaimana mengatasi mata silinder?

mengatasi-mata-silinder

Walaupun gejala dari mata silinder tergolong ringan dan tidak menggangu, jika terus dibiarkan justru menjadi penyebab astigmatisme semakin parah. Mata silinder yang bertambah parah dapat menjadi penyebab timbulnya masalah komplikasi seperti infeksi, mata kering, kerusakan kornea hingga hilangnya kemampuan melihat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter selama ketika mengalami gejala yang dicurigai sebagai mata silinder. Dokter akan menentukan pengobatan yang tepat dengan kondisi mata silinder yang Anda alami.

Pengobatan untuk astigmatisme dapat dilakukan dengan:

  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan lensa silinder
  • Melakukan operasi refraksi, seperti LASIK, LASEK, photorefractive keratectomy, Epi-LASIK, dan small-incision lenticule extraction (SMILE).

Namun, gejala mata silinder yang tidak kentara membuat banyak penderitanya tidak menyadari kondisi ini, terutama pada anak-anak. Untuk mendeteksi mata silinder, Anda bisa melakukan pemeriksaan refraksi mata atau pemeriksaan mata yang lebih lengkap sehingga bisa mengetahui masalah penglihatan lainnya.

Ada baiknya pula jika Anda melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mendeteksi berbagai masalah mata sejak dini. Sobat NgontenAja bisa melakukan konsultasi kesehatan mata di Klinik JEC @ Denpasar

Sumber: hellosehat.com

Post Related